Kamis, 29 November 2012

Perjanjian pedagang Bakso Pasuruan, kenaikan harga sapi

Seperti biasa hari ini aku kewarung pedagang bakso langgananku. Aku bersiap untuk memesan Bakso, ternyata pedagang langgananku tidak berjualan bakso. Keesokan harinya aku kembali lagi ke warung bakso tersebut namun masih tidak menjual bakso. Hingga hari ke tiga masih tetap tidak menjual Bakso. Sedangkan aku juga tidak menjumpai pedagang bakso keliling yang biasanya ada sekitar 5 orang pedagang bakso keliling. Aku penasaran, dan aku langsung menanyakan apa penyebab tidak ada pedagang bakso yang berjualan. Pedagang langganankupun mengatakan, Harga daging sapi naik. Aku menyahut, jika harga daging sapi naik, harga bakso juga di naikkan juga tidak apa-apa. pedagang langgananku ini menjawab. Bukan hanya karena kenaikan harga daging sapi tapi setelah demo ke Gubernur Jawa Timur, Para pedagang bakso mengadakan perjanjian. Isi perjanjian para pedagang bakso antara lain :

  1. Tidak berjualan Bakso hingga harga daging sapi turun.
  2. Bagi pedagang Bakso yang kedapatan berdagang, maka akan di denda.
  3. Besaran denda di kenakan kepada pedagang Bakso sebesar Rp 600.000
  4. Mengenai ketetapan lain akan di diskusikan selanjutnya.
Pantas saja aku tidak menemukan satupun pedagang Bakso tiga hari ini. Ternyata bukan hanya tiga hari ini tapi sudah satu minggu lamanya. Seperti kata tetanggaku yang setiap hari membeli bakso di pedagang bakso keliling ini mengatakan sudah satu minggu pedagang bakso tidak datang. Kenaikan harga daging sapi Jawa Timur merambah ke pedesaan. Kecemasan bagi para pedagang makanan berbahan dasar daging sapi terus merebak. Kenaikan harga daging sapi tidak kunjung turun dan tidak adanya respon dari pemerintah daerah akan adanya masalah ini. 
Terosno Moco Lanjutane.

Senin, 26 November 2012

Identitras Korban Mayat di bakar Pasuruan


Pembunuhan sadis dengan mayat di bakar yang terjadi di pasuruan, kini telah di ketahui identitas korban. Penemuan mayat yang telah gosong di area persawahan menggemparkan daerah pasuruan. Sebuah pembunuhan yang tidak di ketahui pembunuh, waktu kejadian dan pelakunya tersebut menjadi teka-teki yang seakan tidak akan pernah diketahuii titik terangnya. Dngan kondisi mayat yang telah gosong sehingga tidak ada sedikitpun identitas maupun petunjuk yang di temukan mengenai identitas korban. Jangankan Identitas, secarik kain dari korbanpun tidak ada. Namun sekarang telah di ketrahui identitasnya setelah ada pihak keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarga.

Awalnya yang memiliki kecurigaan adalah tetangga korban. Tetangga korban ini tahu benar kebiasaan korban sehari-hari yang berkerja sebagai petani. Selain menjadi seorang petani, korban juga sering di mintai tolong untuk mengobati penyakit. Menurut kesaksian tetangga korban setiap hari, korban keluar rumah sekitar jam 10 malam dan kembali pulang sekitar jam 1 dini hari. Terakhir tetangga korban melihat korban keluar rumah sejak sore hari. Sebelum pergi korban membeli dupa yang tidak diketahui untuk apa. Setelah membeli dupa, korban pergi ke warung dan berbincang dengan warga lain di situ. Tidak lama kemudian sang tetangga melihat korban mendapatkan telfon dari seseorang yang tidak di ketahui. Setelah menerima telfon di sebuah warung tersebutlah korban pergi dan tidak terlihat kembali.

Saat keluarga korban mendengar kabar ditemukan mayat di bakar di daerah pasuruan, anak korban tidak curiga bahwa itu adalah ayahnya. Anak korban kemudian berusaha menghubungi ayahnya namun tidak dapat di hubungi. Dari situlah anak korban kemudian mencari informasi mengenai korban pembunuhan sadis, mayat di bakar tersebut. Dari situ anak korban kemudian memastikan bahwa itu adalah benar ayahnya. Isak tangis memecah saat sang anak melihat keadaan mayat korban yang mengenaskan. Kemudian diketahuilah identitas korban sebagai berikut :
Nama : Suryono
Alamat : Desa : Tegal kidul Dusun : Jati tengah
Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan
Pekerjaan : Petani

Terosno Moco Lanjutane.

Kamis, 22 November 2012

Peringatan Tahun Baru Islam 1434

Peringatan tahun baru Islam merupakan tahun baru bagi umat islam. Dalam rangka tahun baru Islam ini banyak yang memiliki versinya masing-masing. Ada yang melarang untuk merayakannya, adapula yang memperbolehkan merayakan dengan sebuah kegiatan positif. Dan perayaan tersebut hanya sekedar rasa syukur kita telah di berikan kesehatan, rezeki dan usia sampai tahun baru lagi.  Kegiatan positif itu seperti mengadakan pengajian, Tahlil, istigosa, bahkan acara amal ke Panti asuhan. Untuk yang melarang di adakannya perayaan berdalil bahwa jika kita merayakan tahun baru Islam, maka kita tidak ada bedanya dengan agama hindu budha yang selalu merayakan tahun baru yaitu tanggal 1 Januari.

Peringatan Tahun baru Islam kali ini juga bertepatan dengan selamatan desa. Selamatan desa juga memiliki pertentangan dari sebagian ulama. Dengan dalil tidak ada bedanya dengan agama hindu budha yang selalu memberikan sesajen untuk roh halus. Walaupun sesungguhnya selamatan desa bukanlah pemberian sesajen. Makanan yang di gunakan untuk selamatan desa merupakan rasa syukur telah di berikan rezeki dan keselamatan selama satu tahun oleh Allah. Makanan ini juga bukanlah untuk sesajen yang hanya di biarkan saja, namun makanan ini akan di bagi dan di makan bersama-sama.
Akan di adakan Peringatan tahun baru islam di Dusun : Wilo, Desa : Ketanireng yag bertempat di aula Masjid Baiturahman Wilo pada
Hari : Kamis
Tanggal : 22 November 2012 atau 8 Muharram 1434 Hijria
Susunan acara terdiri dari :

  • Sholat berjama'ah Maghrib
  • Pembacaan Surah Yasin, Tahlil, Do'a dan Istigosah.
  • Santunan anak yatim piatu dan Dhuafa
  • Pengajian Umum oleh KH. Abd Rochim dari Sidoarjo
Tujuan di adakannya acara peringatan Tahun Baru Islam
  • Untuk meningkatkan tali silaturahmi antar warga.
  • Mengajak Meningkatkan kembali minat warga untuk Sholat berjama'a di Masjid.
  • Pembacaan Surah Yasin, Tahlil, do'a dan Istigosah bersama sebagai rasa syukur atas Nikmat yang di berikan Allah.
  • Meningkatkan rasa peduli dan mau berbagi akan yatim piatu dan kaum dhuafa.
  • Peningkatkan iman taqwa kepada Allah, dengan mengadakan pengajian Umum atau biasa Tabliq umum.
  • Meningkatkan kreatifitas peran organisasi pemuda dalam mengadakan acara-acara seperti ini.
  • Meningkatkan kerjasama antar pemuda dalam kesuksesan sebuah acara.
Apapun tujuannya semoga terwujud dan mendapatkan rido, safaat dari Allah.
Terosno Moco Lanjutane.