Minggu, 06 Januari 2013

Bantuan pemerintah dijadikan kampanye terselubung

Kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan di gelar 3 maret 2013 serentak di kabupaten Pasuruan. Kecurigaan akan adanya kampanye di balik pembagian bantuan pemerintah muncul saat di bagikannya bantuan sebesar kurang lebih Rp 191 Milyar. Menjelang tutup tahun anggaran 2012, Pemerintah Kabupaten Pasuruan membagikan sejumlah bantuan dan dana hibah sebesar Rp 191 miliar kepada masyarakat. Rinciannya bantuan dana sebesar Rp 191 Miliar itu, diantaranya untuk anggaran dana desa (ADD) yang besarnya mencapai Rp 29.5 miliar, bantuan sosial sebesar Rp 63 miliar dan dana hibah sebesar Rp 98 miliar.

Bantuan yang di bagikan oleh bupati Pasuruan aktif tersebut di lakukan menjelang pemilihan bupati Pasuruan 3 mei 2013 mendatang. Bupati Pasuruan tersebut sebenarnya telah menjabat dua kali periode sehingga tidak dapat mencalonkan kembali. Namun semuanya bisa di akali dengan mencalonkan sebagai wakil Bupati Pasuruan. Indikasi pemanfaatan bantuan pemerintah sebagai kampanye terselubung mencuat karena Dede Angga mencalonkan diri kembali.
Setelah di konfirmasi menurutunya sebenarnya bantuan itu sudah diserahkan kepada para penerima selama kurun waktu anggaran tahun 2012. Pembagian secara simbolik sengaja diacarakan agar masyarakat memahami dan mengetahui siapa saja penerima bantuan tersebut.

Bukan hanya bantuan berupa dana seperti itu. Contohnya daerah Prigen, satu tahun menjelang pemilihan daerah mendapatkan bantuan pupuk, organik dan benih dari pemerintah. Namun bantuan-bantuan sebelumnya jarang sampai ke tangan petani secara penuh. Kurangnya pengawasan membuat bantuan berhenti pada sektor kelompok tani saja. Yang seharusnya bantuan di serahkan kepada kelompok tani dan kemudian di salurkan kepada rakyat, malah di manfaatkan untuk pribadi kelompok tani. Pada akhir tahun 2013, musim tanam kali ini. Kelompok tani mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa bibit unggul beserta pupuknya. 
Pendataan di lakukan sesuai dengan data pembeli bibit unggul. Setiap pembeli bibit unggul akan mendapatkan bantuan 1 karung pupuk urea, 1 karung pupuk merah dan 10 karung pupuk organik ( tergantung berat benih unggul yang di beli) dengan membayar Rp 100.000. Dari adanya bantuan kepada petani ini masih saja banyak petani yang tidak kebagian. Ada beberapa penyebab adanya petani yang tidak mendapatkan bantuan sedikitpun antara lain :

  • Kurangnya sosialisasi sehingga ketidak tahuan membuat petani tidak terdata.
  • Pembelian satu orang petani yang melebihi luas tanah di daerah tersebut. Misal petani A memiliki tanah di desa B seluas 1 hektar. namun petani A mendaftar sebagai penerima bantuan dengan luas tanah 2 hektar. Bantuan 1 hektar untuk di tanam di desa B dan 1 hektar di tanam di desa C. Sedangkan luas lahan dengan bantuan di daerah B hanya satu hektar, hal ini yang membuat petani lain tidak kebagian bantuan. Karena jatah bantuannya telah di gunakan petani A untuk menanami lahannya di daerah C.
  • Adanya pihak ketiga. Pihak ketiga disini adalah pengusaha pertanian. Pengusaha pertanian yang memiliki modal besar juga tanah luas. Umumnya pengusaha pertanian inilah yang menjadi anggota dan menyetir langsung bantuan-bantuan tersebut. Sehingga bantuan akan sampai ke petani kecil jika ada sisa. Namanya juga sisa pastinya sedikit sehingga tidak merata.
Bukan hanya itu. Ada yang ingat dana bantuan bagi rakyat yang tidak mampu? Nah sebuah bantuan pemerintah yang di laksanakan serentak tersebut penyalurannya melibatkan perangkat desa. Perangkat desa ini berwenang untuk memilih siapa saja yang akan di data termasuk kerabat dan saudara. Ada beberapa alasan pihak aparat desa antara lain.
  • Mendapatkan bantuan karena tidak memiliki motor, padahal banyak sekali warga yang tidak memiliki motor.
  • Tidak mendapatkan karena memiliki sawah, padahal sudah lamsia tanpa penghasilan. Penerimanya juga banyak yang memiliki sawah bahkan memiliki pekerjaan tetap.
  • Jika alasan itu benar, sesungguhnya orang tua ataupun kerabat dari oknum pemerintah lebih tidak pantas menerima bantuan. Karena gaji seorang pegawai pemerintah lebih dari yang lainnya.
Berbagai ketimpangan dan keresahan muncul, seakan tidak ada figur yang dapat di pilih. Sampai saat inipun saya juga belum tahu siapa yang saya akan pilih di pemilihan bupati tanggal 3 Maret 2013 mendatang. Semuanya sama saja. Ada calon yang mau membangun desa, yang saya takutkan, desa di bangun menjadi perkotaan, sehingga pasuruan penuh dengan bangunan-bangunan dan tidak ada peresapan air lagi. Dan bebagai janji-janji yang jika di fikirkan dari sisi lain justru akan merugikan rakyat pada jangka panjang.
Terosno Moco Lanjutane.

Jumat, 28 Desember 2012

ingatkah pernikahan Rhoma irama dengan Anggel lelga?



Pada tahun 2003 H.Rhoma irama di pergoki sedang berduaan di apartemen Anggar lelga. Pada saat di pergoki H. Rhoma Irama mengatakan bahwa beliau hanya memberikan nasihat dan petuah agar menghindarkan Angel Lelga dari jurang kenistaan. Kejanggalan terus bergulir dan pemberitaanpun semakin santer mengenai prnikahan siri H. Rhoma Irama dengan Anggel lelga. Pemberitaan pernikahan siri H. Rhoma Irama dengan Anggel Lelga mencuat karena sebelum di pergoki, awak media telah curiga akan keberadaan H. Rhoma Irama di apartemen Anggel lelga dari sore hingga pagi hari. Sebuah alasan H. Rhoma Irama yang tidak masuk akal, memberikan patuah dari sore hingga pagi. Patuah seperti apa itu, apalagi hanya berdua saja.

Setelah kabar tersebut lama bergulir dan berbagai spekulasipun muncul. Akhirnya H. Rhoma Irama mengkonfirmasi kebenaran gosip tersebut. Pada saat itu juga H. Rhoma irama mengungkapkan bahwa beliau telah bercerai. belakangan terungkap bahwa H. Rhoma irama menceraikan Anggel lelga karena pernikahan tersebut telah di ketahui publik. Sebuah alasan perceraian yang tidak manusiawi. Pelecehan terhadap wanita telah terjadi sejak H. Rhoma irama melakukan poligami dengan beberapa wanita. Perjanjian akan di ceraikan jika pernikahannya di ketahui publik membuat istri-istri H. Rhoma irama tidak pernah angkat bicara atau membeberkan pernikahannya dengan H. Rhoma.

Jika Aceng Fikri menikah siri dengan fany selama 4 hari dengan alasan tidak ada kecocokan di anggap melecehkan wanita. Tapi pernikahan H. Rhoma Irama kandas dengan alasan telah di ketahui publik merupakan hal yang biasa dan wajar. Sungguh bangsa Indonesia dalam keadaan mengenaskan. Ternyata masyarakat Indonesia telah buta akan sesuatu yang terbuka. Terbukti dengan banyaknya dukungan partai politik hingga kelompok masyarakat yang notabenya agama Islam. Seakan mereka mendukung adanya poligami di Indonesia, mendukung adanya gugatan cerai kepada istri saat pernikahannya di ketahui masyarakat lain. Inikah tanda-tanda kiamat?.. padahal pernikahan menurut agama Islam harus ada wali dan saksi walaupun itu hanya nikah siri. Tapi anehnya di ceraikan karena pernikahan di ketahui publik. 

Pilih yang benar-benar layak, tinjau kelayakan capres 2014

Sumber info http://www.kapanlagi.com/showbiz/selebriti/akhir-tragis-5-kasus-nikah-siri-selebriti-c33120-1.html
Terosno Moco Lanjutane.

Jumat, 21 Desember 2012

Kuda tari perayaan Khitan


Kuda tari perayaan Khitan. Kuda Tari ini merupakan salah satu pertunjukan saat perayaan Khitan. Sang pengantin sunat diarak dengan menunggang kuda Tari dengan di iringi musik. Kuda tari ini juga biasa disebut Kuda joget, Kuda goyang, Jaran goyang, Jaran kencak atau Kuda kencak. Keunikan dari kuda ini adalah setiap kali mendengarkan musik maka langsung akan menari-nari. Seekor kuda Tari di rias dengan berbagai aksesoris sehingga terlihat cantik. Aksesoris yang pakaikan pada kuda akan mengeluarkan bunyi saat kuda menari. Kuda tari juga selalu i temani dengan seorang pawangnya. Seorang pawang kuda tari akan selalu menemani dan mengarahkan jalan kuda. Pawang kuda tari harus terus waspada kuda bisa saja mengenai penonton saat menari karena kuda memakai aksesoris dan matanya tertutup. 

Untuk menyewa pertunjukan Kuda Goyang ini berfariasi harganya. Tergantung dari paket yang di pilih. Penyewaan Jaran Goyang bisa lengkap dengan Marching band dan juga badut kecil atau badut tani. Sang pawang kuda tari berpakaian lengkap seragam dengan pengiring drum band dan menggunakan blankon. Saat musik di mainkan kuda Tari langsung mulai beraksi dan sang pawangpun ikut mengiringi dengan bergoyang.
Terosno Moco Lanjutane.